Grup A : Portugal


Portugal
07/06/08 vs Turki
11/06/08 vs Rep Cheska
15/06/08 vs Swiss

Stok Pemain
Kiper
: Daniel Fernandes, Ricardo, Quim
Belakang : Jorge Andrade, Bosingwa, Luis Miguel, Jorge Ribeiro, Pepe, Fernando Meira, Ricardo Costa, Nuno Valente, Paulo Ferreira, Bruno Alves, Ricardo Rocha, Jose Antonio, Ricardo Carvalho, Marco Caneira, Nelson, Tonel.
Tengah : Nani, Ricardo Quaresma, Duda, Tiago, Deco, Hugo Viana, Simao, Petit, Joao Moutinho, Carlos Martins, Maniche, Miguel Veloso, Costinha, Manuel Fernandes, Raul Meireles.
Depan : Cristiano Ronaldo, Ariza Makukula, Helder Postiga, Joao Tomas, Hugo Almeida, Nuno Gomes.

Road to Final (H : Home, A : Away)
06/09/06 vs Finlandia (A) 1 - 1
07/10/06 vs Azerbaijan (H) 3 - 0
11/10/06 vs Polandai (A) 1 - 2
15/11/06 vs Kazakhstan (H) 3 - 0
24/03/07 vs Belgia (H) 4 - 0
28/03/07 vs Serbia (A) 1 - 1
02/06/07 vs Belgia (A) 2 - 1
22/08/07 vs Armenia (A) 1 - 1
08/09/07 vs Polandia (H) 2 - 2
12/09/07 vs Serbia (H) 1 - 1
13/10/07 vs Azerbaijan (A) 2 - 0
17/10/07 vs Kazakhstan (A) 2 - 1
17/11/07 vs Armenia (H) 1 - 0
21/11/07 vs Finlandia (H) 0 – 0

Pelatih Luiz Felipe Scolari
Inilah kesempatan kedua Luiz Felipe Scolari membuktikan Portugal di level Eropa. Empat tahun lalu, pelatih asal Brasil ini hanya menempatkan Portugal sebagai runner-up.
‘Big Phil’ telah mengingatkan kepada para pemain agar ‘melakukan perbaikan’ sebelum Juni 2008. Sebuah peringatan, karena Portugal hanya mampu bermain 0-0 lawan tim lemah Finlandia.
Nama Scolari melejit sejak menjadi pelatih tahun 1982. Ia membawa klub Gremio FBPA merebut Copa Libertadores pada 1995 dan membawa SE Palmeiras juara di turnamen yang sama empat tahun kemudian.
Gaya permainan agresif yang diterapkannya tidak disukai publik Brasil. Toh, Scolari membuktikan ucapannya. Ia membuang Romario, dan memilih Ronaldo, Ronaldinho serta Rivaldo. Hasilnya, Brasil yang agresif menjadi juara Piala Dunia 2002 di Jepang dengan menumbangkan Jerman.

Reputasi Tim
Sejak 1966, Portugal mencapai kembali era keemasan di Euro 2004. Sebelumnya, tim ini kalah dua kali di semifinal. Tahun 1984, di Stade Velodrome, Marseille, Prancis unggul 3-2 dalam perpanjangan waktu.
Lalu, 16 tahun kemudian, di Stadion Roi Baudouin, Brussel, Prancis menang 2-1, lagi-lagi dalam perpanjangan waktu.
Portugal berhasil empat kali menembus final Euro Cup sejak kali pertama lolos kualifikasi tahun 1984. Hingga Euro 2008, tim ini memainkan 108 pertandingan dalam 13 kali keikutsertaannya.
Rekornya, menang 58 kali, seri 26 kali dan kalah 24 kali, dengan memasukan 183 gol dan kemasukan 98 gol.
Kemenangan besar terjadi saat mengempaskan Liechtenstein, masing-masing 8-0 pada 18 December 1994 dan 9 June 1999. Joao Pinto dan Sa Pinto, membuat hat-trick. Toh, Portugal menyimpan kenangan buruk, ketika takluk 0-5 dari Cekoslovakia (30 April 1975) dan Uni Soviet (27 April 1983).

Prakiraan Taktik
Luiz Felipe Scolari selalu memberi ‘ruang’ kepada pemain bintang, Cristiano Ronaldo. Permainan dari sisi sayap menjadi fokusnya. Padahal di situ, bercokol pula nama seperti Simao, Ricardo Quaresma dan Nani.
Beban Ronaldo sepertinya terlalu tinggi setelah mundurnya Luis Figo dan Pauleta usai Piala Dunia 2006. Suatu tantangan bagi Scolari sebab ia dapat memainkan banyak gelandang dengan satu striker di depan (formasi 4-2-3-1). Pilihan ujung tombak, bisa Nuno Gomes, Hugo Almeida ataau Ariza Makukula.
Namun, Portugal biasa mengubahnya menjadi 4-3-3 atau 5-4-1, tergantung situasi. Opsi lainnya, 3-4-3, yang merupakan favorit Scolari seperti ketika membawa Brasil juara Piala Dunia 2002.
Dengan tiga striker, Makukula berpeluang tampil lagi. Pemain kelahiran Kinshasa ini mencetak gol pembuka saat Portugal mengalahkan Kazakhstan 2-1, Oktober 2007.
Selain Ronaldo, di barisan tengah, Portugal menyimpan pemain muda seperti Miguel Veloso dan Raul Meireles. Keduanya dapat menggantikan seniornya, Costinha dan Maniche, mengorganisasi lini tengah. Tentu dengan bantuan Deco (jika fit), atau Tiago dan Joao Moutinho.

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

أحدث أقدم