Grup D : Rusia


Rusia
10/06/08 vs Spanyol
14/06/08 vs Yunani
18/06/08 vs Swedia

Stok Pemain
Kiper
: Igor Akinfeev, Dmitri Borodin, Vladimir Gabulov, Vyacheslav Malafeev, Anton Shunin.
Belakang : Aleksandr Anyukov, Vasili Berezutski, Aleksei Berezutski, Vadim Evseev, Sergei Ignashevich, Denis Kolodin, Roman Shirokov, Roman Shishkin, Sergei Yefimov.
Tengah : Evgeni Aldonin, Diniyar Bilyaletdinov, Viktor Budyanski, Vladimir Bystrov, Igor Denisov, Marat Izmailov, Vladislav Radimov, Aleksei Rebko, Igor Semshov, Aleksei Smertin, Yegor Titov, Dmitri Torbinskiy, Yuri Zhirkov, Konstantin Zyrianov.
Depan : Andrei Arshavin, Aleksandr Kerzhakov, Roman Pavlyuchenko, Pavel Pogrebnyak, Ivan Saenko, Evgeni Savin, Dmitri Sychev.

Road to Final (H : Home, A : Away)
06/09/06 vs Kroasia (H) 0 - 0
07/10/06 vs Israel (H) 1 - 1
11/10/06 vs Estonia (H) 2 - 0
15/11/06 vs Macedonia (A) 2 - 0
24/03/07 vs Estonia (A) 2 - 0
02/06/07 vs Andorra (H) 4 - 0
06/06/07 vs Kroasia (A) 0 - 0
08/09/07 vs Macedonia (H) 3 - 0
12/09/07 vs Inggris (A) 0 - 3
17/10/07 vs Inggris (H) 2 - 1
17/11/07 vs Israel (A) 1 - 2
21/11/07 vs Andorra (A) 1 - 0

Pelatih Guus Hiddink
Tak ada yang meragukan Guus Hiddink ketika dipercaya menangani Rusia. Pelatih asal Belanda ini langsung direkrut April 2006 setelah membawa PSV Eindhoven meraih juara Liga Belanda.
Hiddink sebelumnya sukses membawa Belanda dan Korea Selatan ke semifinal Piala Dunia 1998 dan 2002.
Sebagai pemain, Hiddink pernah bermain untuk SC Varsseveld, De Graafschap, PSV, NEC Nijmegen, Washington Diplomats dan San Jose Earthquakes. Ia memulai melatih di PSV, dan membangun klub ini bersama Jan Reker dan Hans Kraay, Maret 1987. PSV lalu merebut juara Liga Belanda tiga kali, mengalahkan SL Benfica di Liga Champions, 1988.
Sesudah itu, Hiddink berpetualang di sejumlah klub besar Eropa seperti Fenerbahce SK, Valencia CF, Real Madrid CF dan Real Betis Balompie, serta pelatih tim Belanda. Ia menerima tantangan baru ketika bersedia menangani tim Korsel pada 2001. (*)

Reputasi Tim
Sejak berdiri sendiri sebagai negara, Rusia meraih masa jaya di Euro 2004 dan Euro 1996. Dari 10 laga kualifikasi, tim ini mengoleksi 26 poin dan merebut tempat pertama grup yang terdiri atas Finlandia, Yunani, Skotlandia, Kep Faroe dan San Marino.
Khusus di Euro 1996, Rusia akhirnya hanya meraih satu poin dari tiga laga babak penyisihan. Tim ini bermain seri 3-3 dengan Rep Cheska sesudah kalah 1-2 dari Italia dan 0-3 dari Jerman.
Rusia mendapat peluang partisipasi Euro 1996 karena statusnya sebagai Commonwealth of Independent States. Hingga penyelenggaraan Euro 1992, tak ada negara anggota Uni Soviet yang ikut kompetisi.
Terakhir kali, Uni Soviet tampil di babak pertama final empat tim, dan memetik juara pada turnamen tahun 1960. Hingga Kualifikasi Euro 2008, Rusia telah memainkan 48 pertandingan, 27 kali menang, 10 kali seri, dan 7 kali kalah, dengan memasukan 100 gol dan kemasukan 48 gol.
Penampilan internasional Rusia setelah lepas dari Uni Soviet berlangsung 16 Agustus 1992, ketika mengalahkan Meksiko 2-0. Sebelumnya, Rusia bermain sebagai negara sendiri antara 1912 hingga 1914.

Prakiraan Taktik
Pelatih Guus Hiddink membuka ruang bagi para pemain muda berbakat. Semula, kiper Igor Akinfeev menjadi pilihan utama, dan jika masih cedera ia diganti oleh Vyacheslav Malafeev atau Vladimir Gabulov.
Seperti Yuri Semin, pelatih yang digantikannya, Hiddink memperkuat barisan pertahanan dengan memilih Sergei Ignashevich, Vasili Berezutski dan Aleksei Berezutski.
Kalau Hiddink mengubah formasi biasa tim dari 3-5-2 menjadi 4-4-2, ia akan menempatkan juga Aleksandr Anyukov. Untuk berjaga-jaga, ada bek tengah serbaguna, Denis Kolodin, yang siap bermain.
Di tengah, Igor Semshov dan Konstantin Zyrianov, pemain paling tua dan pemain terbaik Rusia 2007, memegang kendali permainan tim.
Keduanya dibantu oleh Diniyar Bilyaletdinov, Yuri Zhirkov, Vladimir Bystrov, Ivan Saenko dan Dmitri Torbinskiy, yang semuanya mampu melakukan penyerangan.
Di atas kertas, Rusia memang siap memasang lima pemain tengah. Padahal, dalam praktiknya, bisa berubah jadi enam. Namun Hiddink harus memikirkan ulang jika tidak ada striker Andrei Arshavin.
Opsinya bisa Aleksandr Kerzhakov, Dmitri Sychev atau Roman Pavlyuchenko.
Stok pemain lain Rusia sebenarnya melimpah. Sebutlah, Marat Izmailov, Aleksei Smertin dan Viktor Budyanskiy. Hanya saja, mereka ini sedikit sekali pengalaman bertanding secara internasional.

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

أحدث أقدم