Grup C : Rumania


Rumania
09/06/08 vs Prancis
13/06/08 vs Italia
17/06/08 vs Belanda

Stok Pemain
Kiper
: Danut Coman, Bogdan Lobont, Marius Cornel Popa.
Belakang : Valentin Badoi, Mircea Bornescu, Cristian Chivu, Marius Constantin, Cosmin Contra, Sorin Ghionea, Dorin Goian, Vasile Maftei, Petre Marin, Gabriel Muresan, George Ogararu, Mirel Radoi, Stefan Radu, Razvan Rat, Dorel Stoica, Gabriel Tamas.
Tengah : Razvan Cocis, Paul Codrea, Adrian Cristea, Andrei Margaritescu, Dorinel Munteanu, Banel Nicolita, Sorin Paraschiv, Florentin Petre, Ovidiu Petre, Mihaita Plesan, Laurentiu Rosu, Eugen Trica.
Depan : Florin Bratu, Gheorghe Bucur, Mugurel Buga, Nicolae Dica, Ioan Ganea, Ciprian Marica, Ionut Mazilu, Adrian Mutu, Daniel Niculae, Claudiu Niculescu, Sergiu Radu, Ianis Zicu.

Road to Final (H : Home, A : Away)
02/09/06 vs Bulgaria (H) 2 - 2
06/09/06 vs Albania (A) 2 - 0
07/10/06 vs Belarusia (H) 3 - 1
24/03/07 vs Belanda (A) 0 - 0
28/03/07 vs Luxemburg (H) 3 - 0
02/06/07 vs Slovenia (A) 2 - 1
06/06/07 vs Slovenia (H) 2 - 0
08/09/07 vs Belarusia (A) 3 - 1
13/10/07 vs Belanda (H) 1 - 0
17/10/07 vs Luxemburg (A) 2 - 0
17/11/07 vs Bulgaria (A) 0 - 1
21/11/07 vs Albania (H) 6 - 1

Pelatih Victor Piturca
Keraguan para pemain senior pada Desember 1999 tak menyurutkan langkah pelatih Rumania, Victor Piturca. Di tangannya, Rumania lolos ke Euro 2000 dan sekarang di Euro 2008.
Sebuah pencapaian luar biasa dari Piturca yang menggantikan Anghel Iordanescu pada Desember 2004.
Lahir 8 Mei 1956, Piturca adalah striker jempolan. Ia pernah membela FC Universitatea Craiova, FC Dinamo Slatina, CS Pandurii Lignitul Targu Jiu dan FC Olt, sebelum ke FC Steaua Bucuresti.
Selama enam tahun di sini, Piturca ikut memenangkan Piala Champions 1985/86, Piala Super 1986, dan runner-up Euro 1988, sebelum bergabung dengan RC Lens, Prancis.
Dari 13 kali penampilan internasionalnya, Piturca mencetak 6 gol. Padahal rekor yang dimilikinya adalah 165 gol dari 301 pertandingan liga. Jumlah gol ini membuat Piturca menjadi salah satu striker hebat dalam sejarah sepak bola Rumania.
Kembali dari Prancis, ia mengawali melatih sebagai asisten di Steaua pada 1991. Piturca lalu menjadi pelatih senior setahun kemudian dan klub itu merebut Piala Rumania.
Ia menjadi pelatih kepala di klub Universitatea Craiova, pada 1994 dan 1995, sebelum menerima tugas menangani tim Rumania U-21. Pada Juli 1998, Piturca diminta membangun tim senior tapi dia memilih kembali ke klub Steaua dan memimpinnya merengkuh juara liga pada 2000/01.

Reputasi Tim
Dengan nilai 24 poin dari 10 kali laga, Rumania memuncaki klasemen Kualifikasi Euro 2000. Padahal di grup bercokol Inggris, Jerman dan Portugal. Ioan Ganea mencetak gol penentu kemenangan 3-2 atas Inggris. Langkah Rumania terhenti di perempat final karena dikalahkan Italia 2-0 melalui gol Francesco Totti dan Filippo Inzaghi.
Rumania pernah lolos ke Euro 1984 dan 1996. Hingga Kualifikasi Euro 2008, tim ini telah memainkan 105 pertandingan, menang 52 kali, seri 27 kali dan kalah 26 kali, dengan memasukan 191 gol dan kemasukan 104 gol.

Prakiraan Taktik
Sebenarnya, pelatih Victor Piturca lebih menyukai gaya permainan menyerang. Hanya saja tim ini harus selalu menjaga kedisiplinan posisi. Apalagi, Piturca ingin secara efektif memberikan peluang kepada striker Adrian Mutu menjebol gawang lawan.
Belajar dari pengalamannya sebagai striker, Piturca memberi kebebasan penyerang depan. Namun, ia tak mengabaikan lini belakang. Selain empat bek tangguh, Piturca menempatkan dua gelandang bertahan. Ia percaya, dengan stok 39 pemain yang ada, Rumania punya banyak opsi.
Boleh jadi, pilihan akan kiper Bodgan Lobont tidak berubah. Yang sering berganti adalah barisan pertahanannya. Dorin Goian yang jangkung dan kuat sebagai bek tengah dan Gabriel Tamas, menjadi pembantu utama gerakan kapten Cristian Chivu di tengah. Cosmin Contra memperkuat bek kanan dan Razvan Rat yang seringkali aktif membantu seranga, berada di bek kiri.
Chivu seringkali harus berperan menjadi gelandang bertahan di tengah atau kiri apabila Razvan Cocis dan Mirel Radoi cedera. Di gelandang kiri, biasanya akan ditempati Nicolae Dica atau Laurentiu Rosu. Di kanan, ada opsi Banel Nicolita dan Florentin Petre, pemain pekerja dan acapkali mampu mencetak gol.
Secara kontras, Rumania terlihat lengang di lini depan. Opsi Piturca adalah duet Mutu dan Ciprian Marica, yang telah mencetak 11 gol selama kualifikasi. Mutu terkenal dengan mampu mencari posisi tak terduga, jagoan tendangan bebas, dan berbahaya jika menyerang dari kiri. Sebaliknya, Marica bermain sedikit bertahan tapi sesekali mampu bergerak cepat untuk mencetak gol.

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama