
Prancis
09/06/08 vs Rumania
13/06/08 vs Belanda
17/06/08 vs Italai
Stok Pemain
Kiper : Gregory Coupet, Sebastien Frey, Mickael Landreau.
Belakang : Eric Abidal, Jean-Alain Boumsong, François Clerc, Julien Escude, Patrice Evra, William Gallas, Gael Givet, Philippe Mexes, Bacary Sagna, Willy Sagnol, Sebastien Squillaci, Lilian Thuram.
Tengah : Hatem Ben Arfa, Abou Diaby, Alou Diarra, Lassana Diarra, Claude Makelele, Florent Malouda, Rio Antonio Mavuba, Samir Nasri, Franck Ribery, Jerome Rothen, Jeremy Toulalan, Patrick Vieira.
Depan : Nicolas Anelka, Karim Benzema, Djibril Cisse, Sidney Govou, Thierry Henry, Frederic Piquionne, Louis Saha, David Trezeguet, Sylvain Wiltord.
Road to Final (H : Home, A : Away)
02/09/06 vs Georgia (A) 3 - 0
06/09/06 vs Italia (H) 3 - 1
07/10/06 vs Skotlandia (A) 0 - 1
11/10/06 vs Kep Faroe (H) 5 - 0
24/03/07 vs Lithuania (A) 1 - 0
02/06/07 vs Ukraina (H) 2 - 0
06/06/07 vs Georgia (H) 1 - 0
08/09/07 vs Italia (A) 0 - 0
12/09/07 vs Skotlandia (H) 0 - 1
13/10/07 vs Kep Faroe (A) 6 - 0
17/10/07 vs Lithuania (H) 2 - 0
21/11/07 vs Ukraina (A) 2 - 2
Pelatih Raymond Domenech
Gairahnya terhadap astrologi dan teater sama kuatnya dengan di sepak bola. Pelatih Prancis, Raymond Domenech memiliki reputasi bak peluru. Tim yang dilatihnya tajam, setajam permainannya saat menjadi pemain. Domenech adalah full-back yang tangguh.
Delapan kali membela Prancis, dan pernah memenangkan Piala Prancis bersama klub Olympique Lyonnais pada 1972/1973. Lalu, gelar serupa dengan RC Strasbourg pada 1978/79 dan FC Girondins de Bordeaux pada 1983/84.
Ketertarikannya pada psikologi menjadi pelengkap metode latihan yang diterapkannya.
Domenech kali pertama melatih di FC Mulhouse, dan menjuarai Ligue 2 (Piala Liga) bersama Lyon pada 1988/1989, sebelum menangani tim Prancis U-21. Di bawah kendalinya, U-21 meraih tempat kedua di UEFA European U-21 Championship pada 2002.
Bekal prestasi ini membawanya terpilih menjadi pelatin tim senior Prancis. Pada 12 Juli 2004, bertepatan dengan kelahiran putrinya, Victoire, Domenech menyisihkan Laurent Blanc dan Jean Tigana.
Di era awal, ia memiliki sejumlah bintang seperti Zinedine Zidane, Lilian Thuram dan Claude Makelele, yang membantunya lolos ke Piala Dunia 2006, mencapai final sebelum kalah adu penalti 5-3 lawan Italia.
Tak ada kontrak baru bagi Domenech usai Euro 2008. Timnya juga relatif tidak kuat, karena pernah kalah dua kali saat meladeni Skotlandia.
Reputasi Tim
Prancis adalah salah satu tim dengan tiga gelar juara internasional, seperti halnya Jerman. Tahun 1984, menjadi juara dunia ketika menaklukan Spanyol 2-0 di Parc des Princes, Paris.
Sebelumnya, Prancis mengalahkan Denmark 1-0, Belgia 5-0 dan Yugoslavia 3-2 di babak penyisihan grup. Di babak berikutnya memukul Portugal 3-2 lewat perpanjangan waktu.
Tahun 2000, Prancis merebut gelar Euro 2000. Tim ini menyisihkan Ukraina dan Rusia. Pelatih Roger Lemerre membawa Prancis menggilas Spanyol 2-1, lalu Portugal 2-1 (perpanjangan waktu) dan mengalahkan Italia di final.
Sebelum perpanjangan waktu, Marco Delvecchio sempat membawa Italia unggul pada menit 55, yang kemudian disamakan Sylvain Wiltord. Skor 1-1 bertahan hingga laga usai. Prancis memenangkan pertandingan setelah sebuah gol dari kaki David Trezeguet pada menit 103.
Prancis selalu lolos ke final Euro Cup sejak 1960. Hingga Kualifikasi Euro 2008, Prancis telah memainkan 117 pertandingan, 67 kali menang, 29 kali seri, 21 kalah, dengan memasukan 236 gol dan kemasukan 109 gol.
Jumlah gol terbanyak terjadi saat mengalahkan Azerbaijan 10-0 pada 6 September 1995 di Auxerre. Namun, Prancis pernah dihajar Yugoslavia 1-5 di perempat final Euro 1968.
Prakiraan Taktik
Kestabilan permainan Prancis sedikit terganggu dengan mundurnya jendral lapangan tengah, Zinedine Zidane. Sungguh sulit bagi pelatih Raymond Domenech mencari pengganti yang sepadan. Absennya Zidane dan juga mundurnya Fabian Barthez, membuat Prancsi mengalami perubahan komposisi pemain.
Posisi Barthez di bawah mistar membuka hadirnya kipper Gregory Coupet, yang berusia 35 tahun. Meski tua, performanya masih bersinar. Kiper asal Olympique Lyonnais itu mendapat perlindungan dari empat bek di depannya. Willy Sagnol, Lilian Thuram, William Gallas dan Eric Abidal.
Pertahanan Prancis relatif kokoh. Hanya kemasukan 5 gol dari 12 pertandingan kualifikasi. Prestasi ini tak lepas dari peran dua gelandang, Patrick Vieira dan Claude Makelele.
Hanya saja, kemungkinan Makelele nanti tidak turun jika masih cedera, sementara Vieira kembali menjadi kapten, juga kalau fit.
Domenech lebih suka memainkan formasi 4-4-2, dan berubah menjadi 4-2-3-1, bila diperlukan. Franck Ribery dan Florent Malouda kini menjadi tumpuan serang dari sayap kiri dan sayap kanan. Penjebol gawang lawan masih dipercayakan kepada Thierry Henry.
Hingga awal 2008, Henry telah mencetak 44 gol untuk Prancis, lebih banyak tiga gol dari Michel Platini. Tandemnya di depan, sangat mungkin, adalah Nicolas Anelka, yang mulai bersinar sejak 2007 dan telah membuat empat gol selama kualifikasi.
Domenech juga memiliki opsi Karim Benzema, pemain muda yang sedang bersinar di Liga Prancis. Selain Benzema, Prancis sebenarnya menyimpan pengganti Zidane. Bakat itu dimiliki oleh Samir Nasri, gelandang asal Olympique de Marseille. Nasri biasanya turun jika Henry bertindak sebagai striker tunggal. Di sayap kiri ditempati bintang muda juga, Hatem Ben Arfa, dan si lincah Sidney Govou, dapat menutup sayap kanan.