Grup : Austria


Austria
08/06/08 vs Kroasia
12/06/08 vs Polandia
16/06/08 vs Jerman

Stok Pemain
Kiper : Christian Gratzei, Alexander Manninger, Juergen Macho, Helge Payer.
Belakang : Andreas Dober, Gyorgy Garics, Ronald Gercaliu, Martin Hiden, Andreas Ibertsberger, Markus Katzer, Juergen Patocka, Emanuel Pogatetz, Sebastian Proedl, Franz Schiemer, Martin Stranzl.
Tengah : Rene Aufhauser, Christian Fuchs, Martin Harnik, Andreas Ivanschitz, Umit Korkmaz, Christoph Leitgeb, Juergen Saeumel, Joachim Standfest, Ivica Vastic, Markus Weissenberger.
Depan : Erwin Hoffer, Marc Janko, Roman Kienast, Sanel Kuljic, Roland Linz, Stefan Maierhofer.

Pelatih Josef Hickersberger
Ia disebut sebagai salah satu sosok sukses dalam sejarah sepak bola Austria. Josef Hickersberger pernah tampil di Piala Dunia, baik sebagai pemain atau pelatih. Dan, kini pengalaman itu mendapat ujian di Euro 2008.
Hickersberger memulai karier bola tahun 1996 ketika dikontrak FK Austria Wien. Klub ini merebut juara musim 1968/69 dan 1969/70, sebelum ia pindah ke kompetisi di Jerman (Bundesliga), bersama klub Offenbacher Kickers 1901 dan kemudian, Fortuna Dusseldorf.
Sesudah kemenangan terakhir (skor 3-2 atas Jerman Barat) atau dari 39 penampilannya bersama Austria di Piala Dunia 1978, Hickersberger pulang kampung membela SSW Innsbruck. Ia mengakhiri karier pemain setelah dua musim di SK Rapid Wien, juara Liga Austria musim 1981/82.
Hicke, sapaan akrabnya, mengilap bakatnya sesudah memegang tim Austria U-21 sebelum menangani tim senior pada 1988. Ia membawa Austria mencapai final Piala Dunia 1990, mengukir sukses 3-2 atas Spanyol dalam laga persahabatan. Toh, dalam pertandingan ke-29, Austria pernah dikalahkan Kep Faroe 0-1 di Kualifikasi Euro 1992.
Selain Austria, Hickersberger pernah bersentuhan dengan klub-klub Arab, seperti Al Ahli, Arab Contractors, Al Shabab dan Al Wasl sembari melatih tim nasional Bahrain.
Ia sempat menangani klub kaya, Al Etehad (Qatar) sebelum ke Rapid Wien tahun 2002. Di sini, Hickersberger merebut gelar Liga Austria musim 2003/2004 dan meloloskan klub ke Liga Champions. Ia lalu ditunjuk lagi sebagai pelatih Austria.

Reputasi Tim
Austria belum pernah menjalani kualifikasi. Inilah final kali pertama karena statusnya sebagai tuan rumah Euro 2008. Saat kejuaraan awal tahun 1960, Austria hanya bertahan satu ronde dari empat tim yang ikut, karena kalah agregat 4-9 dari Prancis di perempat final. Boleh jadi, Austria menjadi satu dari dua tim (lainnya Polandia) yang baru pertama mencicipi Euro Cup. Sebelum ke final Euro 2008, Austria membukukan rekor 80 kali tanding, 33 kali menang, 13 kali seri, dan 34 kali kalah, dengan memasukan 146 gol dan kemasukan 125 gol.

Prakiraan Taktik
Absen di banyak kejuaraan internasional sejak Piala Dunia 1998, Austria berharap merebut prestasi setelah 10 tahun. Dengan agenda sekali pertandingan persahabatan sebelum final, pelatih Josef Hickersberger sebetulnya kurang senang dengan hasilnya. Misalnya, hanya menang sekali dari 12 kali laga selama 2007.
Untuk membuat kesegaran tim, pilihan Hickersberger tinggal perubahan sistem atau taktik. Yang jelas, di bagian pertahanan harus diperkuat meski empat bek, Sebastian Prodl, Martin Stranzl dan Emanuel Pogatetz, terlihat efektif meredam pemain Inggris, Prancis dan Rep Cheska.
Austria memang biasa memainkan formasi 4-4-2 atau 4-5-1, dengan aksentuasi (penekanan) pada pertahanan. Jadi, taktik ini perlu dipertahankan dan terus diperkuat.
Sedangkan, pekerjaan rumah Hickersberger adalah lini depan. Striker Roland Linz yang bermain untuk SC Braga, Portugal, bisa jadi pilihan jika prima. Opsinya masih jatuh ke pemain depan, Sanel Kuljic, yang tampil bersama FK Austria Wien di UEFA Cup musim 2007/2008.
Skema permainan Austria juga butuh darah segar di tengah. Belum ada yang dapat menyamai peran Joachim Standfest dan Rene Aufhauser. Hickersberger menunggu perkembangan kemampuan para pemain mudanya.

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

أحدث أقدم