
Demi kelancaran semua laga Euro 2008, wasit-wasit diinstruksikan bertindak tegas terhadap pemain dan pelatih yang melakukan pelanggaran berlebihan atau pembangkangan.
"Wasit dapat langsung mereaksi aksi spontan ekspresi frustrasi dari pemain di lapangan,” demikian salah satu instruksi itu. “Namun, wasit bisa langsung memberi sanksi kepada pemain yang menunjukkan kekurangsenangan lewat kata-kata atau gerak tubuh tak terduga.”
Komite Wasit UEFA merekrut 12 wasit dan 24 asisten untuk memimpin 31 pertandingan Euro 2008 dari 7-29 Juni 2008. Satu tim wasit (3 orang) berasal dari negara yang sama. Mereka dipilih karena pengalaman dan pemahaman laga selama tahun lalu, termasuk di Liga Champions.
Ke-12 wasit telah mengikuti workshop empat hari di Zurich. Instruksi yang dikompilasi oleh UEFA, adalah bertindak tegas (pemberian kartu merah) terhadap pelanggaran yang dinilai membahayakan, terutama penggunaan siku dan tangan untuk mencederai lawan.
Wasit juga diinstruksikan mengawasi aksi saling dorong dan pegang di kotak penalti, sebelum sepak pojok, atau tembakan bebas, dan menghukum pemain yang melakukan hal itu berulang kali dengan kartu kuning.
Seperti dalam kasus di Liga Champions, Komite Disiplin UEFA dapat menggunakan bukti rekaman video untuk menghukum pemain yang membodohi wasit, dengan diving, atau berpura-pura dilanggar lawannya.
Wasit Euro 2008 diminta bertindak tegas jika ada konfrontasi massa. “Setiap pemain yang terlibat, mereka yang jadi dalang protes, termasuk yang lari dan bergabung, akan mendapatkan kartu kuning,” kata Hugh Dallas, anggota Komite Wasit UEFA.
Pihaknya menjamin minimal satu pemain dari setiap tim akan terkena sanksi karena terlibat dalam insiden seperti disebutkan di atas. Sedangkan, instruksi lain mengatur siapa yang berhak di area teknis. ''Jika ada pelatih yang secara terbuka mengkritik keputusan wasit, sanksi akan dijatuhkan sesuai proporsinya,'' tambah Hugh Dallas.