Grup A : Swiss


Swiss
07/06/08 vs Rep Cheska
11/06/08 vs Turki
15/06/08 vs Portugal

Stok Pemain
Kiper
: Diego Benaglio, Fabio Coltorti, Johnny Leoni, Germano Vailati, Pascal Zuberbuhler.
Belakang : Philipp Degen, Johan Djourou, Mario Eggimann, Stephane Grichting, Stephan Lichtsteiner, Ludovic Magnin, Philippe Senderos, Christoph Spycher, Steve Von Bergen.
Tengah : Tranquillo Barnetta, Valon Behrami, Fabio Celestini, David Degen, Daniel Gygax, Benjamin Huggel, Gokhan Inler, Xavier Margairaz, Gelson Fernandes, Johan Vonlanthen, Hakan Yakin, Reto Ziegler.
Depan : Eren Derdiyok, Alexander Frei, Blaise NKufo, Marco Streller.

Pelatih Jakob Kuhn
Jakob Kuhn menerima kursi pelatih sejak 2001 setelah mundurnya Enzo Trossero, pelatih dari Argentina. Langkahnya tepat. Kuhn membawa Swiss berjaya di Kualifikasi Euro 2004, dan itu diulangi saat menuju final Piala Dunia 2006.
Sebagai pemain, Kuhn menemati posisi gelandang. Ia ikut memenangkan gelar liga enam kali dan Piala Swiss lima kali selama 16 tahun dan 500 laga bersama FC Zurich.
Kuhn membela timnas Swiss 63 kali. Pernah tampil pula, dua kali di semifinal di kejuaraan level Eropa, saat melawan Real Madrid CF (1962/63) dan lawan Liverpool FC (1976/77).
Sebelumnya, Swiss pernah dilatih oleh Uli Stielike, Roy Hodgson, Gilbert Gress. Namun, Kuhn lebih melihat prospek pemain U-21 Swiss. Ia lalu mengganti beberapa pemain senior dan membawa bakat-bakat muda.
Sesungguhnya, para pemain mudah yang juara di UEFA European Under-17 tahun 2002 inilah, yang menjad elemen bersinarnya Swiss di Euro 2008.

Reputasi Tim
Swiss dua kali lolos ke final, yakni Euro 1996 dan Euro 2004. Di babak penyisihan grup, Swiss bermain 1-1 lawan Inggris (1996) dan 0-0 lawan Kroasia (2004). Dua pertandingan lainnya kalah.
Di Euro 2008, untuk kali pertama, Swiss bermain sebagai tuan rumah dan lolos tanpa perlu menjalani kualifikasi. Hingga Euro 2008, Swiss telah bermain 80 kali pertandingan, 29 kali menang, 22 kali seri dan 29 kali kalah, dengan memasukan 119 gol dan kemasukan 108 gol.

Prakiraan Taktik
Tak disangkal, Swiss selalu teringat memori saat gagal mencetak penalti ke gawang Ukraina di Piala Dunia 2006. Meski gagal, tim ini punya kebanggaan akan sisi pertahanannya. Setidaknya, dalam empat kali bermain di empat laga, belum pernah kemasukan.
Para pemain muda mendapat didikan khusus dalam bertahan, orientasi pada kedisiplinan posisi, dan tekling. Pelatih Jakob Kuhn yakin, formula ini akan menyulitkan tim mana saja yang bertemu Swiss.
Sayangnya, Swiss lemah dalam penetrasi di depan. Apalagi, jika kapten tim sekaligus striker Alexander terus didera cedera. Dengan formasi 4-2-3-1, kemungkinan besar Kuhn akan mempercayakan tugas mencetak gol kepada Marco Streller atau Blaise N'Kufo.
Untuk Euro 2008, kiper veteran Pascal Zuberbuhler bersaing dengan Fabio Coltorti dan Diego Benaglio. Bek kiri Ludovic Magnin dan bek kanan, Philipp Degen tampaknya aman tetapi bek tengah kurang kokoh.
Kalau ingin kuat, Kuhn harus menunggu pulihnya Patrick Muller. Jika tidak, maka posisi itu dapat ditempati Philippe Senderos. Alternatif lainnya adalah pemain bernama Johan Djourou, hanya ia harus bersaing dengan bek pengalaman, Mario Eggimann.
Setelah membuang Johann Vogel, permainan tengah Swiss bertumpu kepada Gokhan Inler, Gelson Fernandes, Ricardo Cabanas dan Benjamin Huggel, dengan Tranquillo Barnetta dan Johan Vonlanthen di sayap kiri dan kanan. Sedangkan, Xavier Margairaz atau Hakan Yakin menjadi opsi gelandang serang.

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama