
Gelas Daur Ulang
Panitia Euro 2008 kemungkinan menggunakan gelas yang bisa didaur ulang selama penyelenggaraan turnamen. Syaratnya, asal para supporter tidak antre, serta para pembeli merasa cukup aman dengan pemakaiannya.
Gelas daur ulang akan diterapkan di Stadion Vienna, Klagenfurt, Salzburg, Innsbruck dan Zurich sementara penggunaan gelas sekali pakai, diprioritaskan di Stadion Berne dan Geneva.
Laga final adalah pertandingan yang paling dinantikan. Tahukah Anda, jika sejak kali pertama final digelar tahun 1960 hingga 2004, selalu berakhir dengan skor tipis.
Dari 12 laga final, lima di antaranya berakhir dengan skor 2-1. Empat final berujung 2-0, satu kali 3-0 dan 1-0, serta satu kali adu penalti 5-3 (3-3).
Rekor Final
Jerman (termasuk Jerman Barat) menjadi negara yang paling banyak menembus babak final, yakni 5 kali. Lalu, menyusul Uni Soviet, 4 kali, Prancis, Italia, Spanyol, Yugoslavia, Rep Cheska (Cekoslovakia), 2 kali, dan Belanda, Denmark, Portugal, Yunani serta Belgia, satu kali bertanding di partai puncak.
Hasil 2-1
Pertandingan final yang berakhir dengan skor 2-1 terjadi pada 1960 (Uni Soviet-Yugoslavia, 2-1), 1964 (Spanyol-Uni Soviet, 2-1), 1980 (Jerman Barat-Belgia, 2-1), 1996 (Jerman-Rep Cheska, 2-1 Cheska) dan 2000 (Prancis-Italia, 2-1).
Laga antara Uni Soviet melawan Yugoslavia, harus ditentukan melalui perpanjangan waktu. Sedangkan Jerman versus Cekoslovakia dan Prancis melawan Italia, diselesaikan lewat gol penentuan (sudden death).
Paling Dramatis
Gol emas (golden goal) mulai diberlakukan di Euro 1996. Partai final paling dramatis terjadi di Euro 1996 dan 2000. Gol emas menjadi penentu kemenangan Jerman dan Prancis.
Gol striker Oliver Bierhoff Oliver Bierhoff memastikan keunggulan Jerman 2-1 atas Cekoslovakia. Sedangkan gol emas David Trezeguet membawa Prancis unggul 2-1 atas Italia.
Gol Tercepat
Striker Rusia, Dmitri Kirichenko mencetak rekor gol tercepat. Itu terjadi di putaran final Euro 2004, ketika Rusia menghadapi Yunani di babak penyisihan Grup A, dan Rusia menang 2-1.
Kirichenko hanya butuh waktu 71 detik untuk merobek gawang Antonios Nikopolidis. Dan, UEFA mencatat gol itu tercipta pada menit kedua.
Pemain CSKA Moskow ini menyisihkan empat pemain, yang pernah mencetak gol tercepat. Semuanya menit ketiga, yakni Alan Shearer dan Paul Scholes (Inggris), Hristo Stoichkov (Bulgaria) dan Sergei Alenikov (Rusia).
Politisasi Euro
Final pertama di Paris, Prancis mempertemukan Negara sekutu Blok Timur: Uni Soviet dan Yugoslavia yang berakhir 2-1 lewat perpanjangan waktu. Euro 1964 kembali dikotori politik.
Yunani menolak bertanding melawan Albania, rivalnya di perang saudara. Tuan rumah Spanyol menjadi juara setelah menundukkan Uni Soviet 2-1 di Madrid.
Euro 1992 juga diwarnai panasnya suasana politik. Yugoslavia yang terkena sanksi PBB didiskualifikasi oleh UEFA. Hebatnya, pengganti Yugoslavia, Denmark jadi juara setelah menaklukkan Jerman 2-0.
Menang Penalti
Final Euro 1972 kali pertama diselesaikan melalui adu penalti. Tendangan Antonin Panenka menentukan kemenangan Cekoslovakia atas Jerman.